1 Generasi Muda Apa dan siapa yang termasuk ke dalam kelompok generasi muda itu? Untuk menjawab pertanyaan tersebut maka harus ditelusuri terlebih dahulu pengertian generasi muda. Generasi muda dalam pengertian umum adalah golongan manusia yang berusia 0 - 35 tahun. Secara sosiologis dan praktis, anggota atau pribadi-
WUJUDKANGENERASI YANG CERDAS SEHAT DAN BERAKHLAKUL KARIMAH. Generasi masa kini telah banyak terjerumus kepada pergaulan bebas yang mengakibatkan kerusakan pada dirinya dan merusakkan orang lain, padahal Allah telah berfirman didalam Al-Qur'an : Artinya :"Jangan kamu hancurkan dirimu dengan kebinasaan". Kalau kita lihat generasi muda
Pidatotema akhlak ini sangat pas kita bacakan di tempat seperti sekolah, pada acara lomba pidato anak-anak, dan juga baik dibacakan pada acara-acara pengajian umum atau kegiatan keagamaan. hal ini dikarenakan semakin majunya zaman akhir-akhir ini akhlak para manusia terutama generasi muda, generasi penerus bangsa ini semakin merosot.
HumasUPNVJ- Melalui Society 5.0, kecerdasan buatan yang memperhatikan sisi kemanusiaan akan mentransformasi jutaan data yang dikumpulkan melalui internet pada segala bidang kehidupan. Generasi muda Indonesia, dalam hal ini, berperan sebagai masyarakat yang mengaplikasikan roadmap tersebut. Generasi muda harus siap menghadapi Era Society 5.0 di Indonesia dengan memanfaatkan Sumber Daya Manusia
Vay Tiền Online Chuyển Khoản Ngay. Materi khutbah Jumat ini mengajak kita untuk senantiasa memberi teladan sekaligus menjaga para generasi muda, sebagai penerus tongkat estafet peradaban, dari efek-efek negatif perubahan zaman yang sangat dinamis saat ini. Peradaban masa depan bisa tergambar dari karakter dan prilaku generasi muda saat ini. Semua insan menginginkan sebuah peradaban mulia yang senantiasa menjadikan agama sebagai panduan, serta kemanusiaan dan akhlakul karimah senantiasa mewarnai aktivitas manusia. Teks khutbah Jumat berikut ini berjudul "Khutbah Jumat Generasi Muda dan Perubahan Zaman". Untuk mencetak naskah khutbah Jumat ini, silakan klik ikon print berwarna merah di atas atau bawah artikel ini pada tampilan desktop. Semoga bermanfaat! Redaksi الْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَبِهِ نَسْتَعِيْنُ عَلَى أُمُوْرِ الدُّنْيَا وَالدِّيْنِ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ اْلأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ، نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَلَى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَالتَّابِعِيْنَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلىَ يَوْمِ الدِّيْنِ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا الله وَحْدَه لَاشَرِيْكَ لَهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ اْلمُبِيْن. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَـمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صادِقُ الْوَعْدِ اْلأَمِيْن. أَمَّا بَعْدُ فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ. اِتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. فَقَالَ اللهُ تَعَالَى يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا قُوْٓا اَنْفُسَكُمْ وَاَهْلِيْكُمْ نَارًا وَّقُوْدُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلٰۤىِٕكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَّا يَعْصُوْنَ اللّٰهَ مَآ اَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُوْنَ مَا يُؤْمَرُوْنَ Jamaah Jumat rahimakumullah, Perubahan zaman diiringi dengan perkembangan teknologi serta informasi yang begitu cepat saat ini haruslah diimbangi dengan bekal keimanan dan ketakwaan kepada Allah swt. Inilah yang akan menjadikan kita mampu mengarunginya dengan baik melalui maksimalisasi hal-hal positif yang muncul, sekaligus mampu menepis dampak-dampak negatif yang muncul akibat disrupsi yang terjadi di berbagai sektor kehidupan. Sehingga sangat relevan sekali dalam setiap khutbahnya, khatib wajib mengingatkan, mengajak, dan menguatkan ketakwaan kepada Allah swt melalui banyak ayat Al-Qur’an. وَتَزَوَّدُوْا فَاِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوٰىۖ وَاتَّقُوْنِ يٰٓاُولِى الْاَلْبَابِ Artinya“Berbekallah karena sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa. Bertakwalah kepada-Ku wahai orang-orang yang mempunyai akal sehat.” Al-Baqarah 197 Jamaah Jumat rahimakumullah, Perubahan zaman adalah sebuah keniscayaan. Perkembangan ilmu dan teknologi menjadikan semakin cepatnya perubahan peradaban. Jika dulu untuk memberi kabar pada orang lain harus mengirim surat dan menunggu balasan selama berhari-hari, bahkan berbulan-bulan, saat ini dalam hitungan detik hal itu sudah bisa dilakukan. Jika dulu informasi hanya dimiliki oleh segelintir orang, saat ini semua orang bisa mengakses informasi kapan pun dan di mana pun. Dunia seolah sudah ada dalam genggaman. Apa pun yang kita inginkan bisa difasilitasi oleh berbagai perangkat hasil dari perkembangan ilmu pengetahuan dan inovasi teknologi seperti melalui internet. Namun perlu kita ingat bahwa perubahan ini bukan hanya membawa dampak positif bagi peradaban. Ancaman dekadensi moral dan hilangnya kemanusiaan juga terancam oleh derasnya perubahan jika tidak disikapi dan diantisipasi dengan baik. Teknologi diibaratkan pisau yang bisa memberi manfaat besar jika dipegang dan digunakan oleh seorang koki atau tukang masak. Namun akan mendatangkan bencana bila dipegang dan dikuasai oleh penjahat. Oleh sebab itu perubahan zaman akibat cepat dan masifnya perkembangan teknologi harus diimbangi dengan kesadaran bahwa teknologi adalah wasilah alat bukan ghayah tujuan. Kita harus bentengi diri kita dan orang lain dari efek negatif perkembangan teknologi untuk menghindari sebuah tatanan peradaban yang menghantarkan pada jurang kehancuran. Ada kalimat bijak yang mengatakan “Dengan teknologi hidup menjadi mudah, dengan seni hidup menjadi indah, dan dengan agama hidup menjadi terarah”. Agar semuanya bisa kita jalankan maka perlu kita pegang kaidah yang populer di lingkungan pesantren المحُاَفَظَةُ عَلَى القَدِيْمِ الصَّالِحِ وَالأَخْذُ بِالجَدِيْدِ الأَصْلَحِ Artinya “Memelihara menjaga hal lama yang baik, dan mengambil hal baru yang lebih baik” Jamaah Jumat rahimakumullah, Yang juga sangat penting kita sadari dan lakukan di era saat ini adalah membekali para generasi muda kita dengan nilai-nilai spiritual, karakter, dan akhlak yang baik di tengah gempuran berbagai macam hal negatif akibat cepatnya perubahan zaman. Mau tidak mau, merekalah yang akan meneruskan tongkat estafet kepemimpinan peradaban. Jika mereka tidak dibekali dengan karakter mulia sejak dini, maka bisa jadi mereka akan terseret dan tergerus oleh arus negatif perubahan zaman. Mestinya kita bisa melihat sendiri bagaimana nilai-nilai etika, tata krama, kepedulian sosial sudah mulai pudar akibat sebagian generasi sekarang lebih menikmati kehidupan di dunia maya. Mereka betah untuk tidak bersosialisasii dengan orang lain di dunia nyata dan memilih menghabiskan waktunya untuk berselancar di dunia maya. Secara tidak langsung mereka menjauhkan yang dekat dan mendekatkan yang jauh sehingga tidak peduli dengan orang-orang di sekitarnya. Padahal Rasulullah sudah mengingatkan dalam haditsnya agar kita menjaga akhlak yang baik kepada orang lain اتَّقِ اللهَ حَيْثُمَا كُنْتَ، وَأَتْبِعِ السَّيِّئَةَ الحَسَنَةَ تَمْحُهَا، وَخَالِقِ النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَنٍ Artinya “Bertakwalah kamu kepada Allah di mana pun berada. Iringilah perbuatan buruk yang sudah dilakukan dengan perbuatan baik yang dapat menghapusnya. Dan berakhlaklah kepada orang-orang dengan akhlak yang baik” HR at-Tirmidzi. Selain berubahnya akhlak dan sikap generasi muda, penetrasi budaya luar dari derasnya konten yang mengalir melalui media sosial juga membawa dampak semakin lunturnya nilai-nilai luhur warisan nenek moyang. Hal ini bisa terlihat dari sikap, model, dan gaya pakaian generasi muda saat ini yang gampang terbawa tren tanpa dilandasi nilai-nilai agama. Jika ini dibiarkan, bagaimana nasib masa depan mereka dan peradaban dunia? Allah swt telah mengingatkan kita semua untuk tidak boleh mewariskan generasi yang lemah dalam meneruskan dan merawat peradaban. Agama Islam mendorong para generasi penerus untuk menjadi generasi yang kuat dan mampu menunjukkan optimisme masa depan cerah serta tidak mengkhawatirkan para orang tua. Hal ini disebutkan dalam Al-Qur’an surat An-Nisa ayat 9 وَلْيَخْشَ الَّذِيْنَ لَوْ تَرَكُوْا مِنْ خَلْفِهِمْ ذُرِّيَّةً ضِعٰفًا خَافُوْا عَلَيْهِمْۖ فَلْيَتَّقُوا اللّٰهَ وَلْيَقُوْلُوْا قَوْلًا سَدِيْدًا Artinya “Hendaklah merasa takut orang-orang yang seandainya mati meninggalkan setelah mereka, keturunan yang lemah yang mereka khawatir terhadapnya. Maka, bertakwalah kepada Allah dan berbicaralah dengan tutur kata yang benar dalam hal menjaga hak-hak keturunannya.” Jamaah Jumat rahimakumullah, Semua ini menjadi bahan renungan dan menjadikan kita untuk lebih peduli pada para generasi penerus dengan berupaya semaksimal mungkin melindungi dan menjadikan mereka pribadi yang mengenal diri dan Tuhan. Perintah untuk melindungi diri dan keluarga juga sudah ditegaskan Allah swt dalam Al-Qur’an Surat At-Tahrim ayat 6 يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا قُوْٓا اَنْفُسَكُمْ وَاَهْلِيْكُمْ نَارًا وَّقُوْدُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلٰۤىِٕكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَّا يَعْصُوْنَ اللّٰهَ مَآ اَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُوْنَ مَا يُؤْمَرُوْنَ Artinya “Wahai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu. Penjaganya adalah malaikat-malaikat yang kasar dan keras. Mereka tidak durhaka kepada Allah terhadap apa yang Dia perintahkan kepadanya dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” Wujud menjaga diri dan keluarga ini bisa dilakukan dengan terus mendekatkan diri pada Allah swt melalui penguatan ketaatan menjalankan ibadah, memberi pendidikan dan teladan yang terbaik untuk diri dan keluarga, memberi nafkah dari rezeki yang halal, dan senantiasa berdoa agar keluarga dan keturunan-keturunan kita senantiasa menjadi generasi yang shalih dan shalihah. Jamaah Jumat rahimakumullah, Akhirnya, marilah kita bina para generasi muda kita dengan akhlak yang baik dan bekali mereka dengan kewaspadaan terhadap dampak negatif perubahan zaman. Bukan harta atau materi duniawi yang menjadi warisan terbaik bagi mereka untuk menghadapi peradaban di masa yang akan datang. Ilmu agama dan nilai-nilai kemanusiaanlah yang harus kita wariskan sehingga masa depan peradaban akan terus berada pada garis yang diridhai oleh Allah swt. بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِيْ الْقُرْاٰنِ الْكَرِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْاٰيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ، وَتَقَبَّلَ اللهُ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمِ، وَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ Khutbah II اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ أَنْعَمَنَا بِنِعْمَةِ الْاِيْمَانِ وَالْاِسْلَامِ. وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ خَيْرِ الْأَنَامِ. وَعَلٰى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ الْكِرَامِ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ الْمَلِكُ الْقُدُّوْسُ السَّلَامُ وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَحَبِيْبَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صَاحِبُ الشَّرَفِ وَالْإِحْتِرَامِ أَمَّا بَعْدُ. فَيَاأَيُّهَا النَّاسُ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. فَقَالَ اللهُ تَعَالَى اِنَّ اللهَ وَ مَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ يٰأَيُّهَا الَّذِيْنَ أٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَ سَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلٰى أٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلٰى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى اٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلٰى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَعَلٰى اٰلِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ فْي الْعَالَمِيْنَ اِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ اَللّٰهُمَّ وَارْضَ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ. وَعَنْ اَصْحَابِ نَبِيِّكَ اَجْمَعِيْنَ. وَالتَّابِعِبْنَ وَتَابِعِ التَّابِعِيْنَ وَ تَابِعِهِمْ اِلٰى يَوْمِ الدِّيْنِ اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ. اَللّٰهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالطَّاعُوْنَ وَالْاَمْرَاضَ وَالْفِتَنَ مَا لَا يَدْفَعُهُ غَيْرُكَ عَنْ بَلَدِنَا هٰذَا اِنْدُوْنِيْسِيَّا خَاصَّةً وَعَنْ سَائِرِ بِلَادِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا اٰتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَ فِي الْاٰخِرَةِ حَسَنَةً وَ قِنَا عَذَابَ النَّارِ عِبَادَ اللهِ اِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْاِحْسَانِ وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ. يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ. وَ اشْكُرُوْهُ عَلٰى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ. وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ H Muhammad Faizin, Sekretaris PCNU Kabupaten Pringsewu, Lampung
Generasi Muda Berakhlak Mulia Dengan Menjadi Insan yang Kreatif, Inofatif, Prestatif dan Solehah Assalamu’alaikum Ibu Guru yang saya hormati, Rekan-rekan se-perjuangan yang saya cintai, Pertama-tama saya ucapkan terimakasih kepada Allah SWT, yang mana pada saat ini kita masih masih diberi kesempatan untuk menjalani hidup dan memperbaiki hidup, sehingga atas rahmat-Nya kita bisa berkumpul bersama di Sekolah kita yang tercinta ini. Sholawat serta salam semoga senantiasa tercurah limpahkan kepada junjunan alam yaitu Nabi Muhammad SAW, kepada keluarganya, para sahabatnya, para tabi’in dan tabi’atnya dan semoga sampai kepada kita selaku umatnya. Amin. Tak lupa saya ucapkan terimakasih, kepada Ibu Guru dan rekan-rekan yang telah mengijinkan saya berbicara di depan, meskipun sesungguhnya saya sadar, saya bukanlah pembicara terbaik di muka bumi ini, maka dari itu saya mohon maaf apabila terdapat kesalahan dalam penyampaian pidato ini. Baiklah saya tidak akan menyia-nyiakan kesempatan kali ini untuk menyampaikan sekedar gagasan. Yang akan saya sampaikan pada pidato kali ini yaitu tentang ” Generasi Muda Berakhlak Mulia Dengan Menjadi Insan yang Kreatif, Inofatif, Prestatif dan Solehah” Pada hakikatnya, kita sebagai generasi muda dituntut untuk kreatif, Inovatif, Prestatif dan Soleh. Karena banyak hal yang harus kita hadapi, yang harus kita jalani di bumi ini, tentunya kita tidak akan bisa selalu menggantungkan diri kepada siapapun. Kreativitas Apakah kreatif itu? Menurut situs kamus besar bahasa Indonesia bahwa kreatif adalah memiliki daya cipta, memiliki kemampuan untuk menciptakan. Ada juga yang mengatakan bahwa kreativitas adalah dinamika yang membawa perubahan yang berarti, entah dalam dunia kebendaan, dunia ide, dunia seni, atau struktur sosial. Dikatakan juga bahwa kreativitas merupakan kemampuan mental dan berbagai jenis keterampilan khas manusia yang dapat melahirkan pengungkapan yang unik, berbeda, orisinil, sama sekali baru, indah, efisien, tepat sasaran, dan tepat guna. Kreatifitas sangat dituntut sekali, karena tanpa kreatifitas hidup ini akan terasa bosan, yang kita hadapi setiap harinya hanya itu-itu saja. Oleh karena itu kita harus kreatif dalam melakukan hal apapun. Inovatif Sedangkan inovatif adalah yang bersifat memperkenalkan sesuatu yg baru; atau bersifat pembaruan kreasi baru, dalam kata lain penemuan atau penciptaan alat atau proses baru, baik dalam konteks teknik atau dalam konteks cara berfikir. Teman-teman tentunya menginginkan sosok jiwa yang kreatif, inovatif dan prestatif. Lantas, bagaimana menjadi generasi prestatif? Menurut Ust. Irsyad Azizi, Lc. Ada beberapa hal yang harus kita lakukan jika ingin menjadi generasi prestatif. Pertama, motivasi dan orientasi yang suci. Ya, semua yang kita lakukan harus mengarah ke satu tujuan yaitu ridho Allah Swt. tidak ada niat lain atau mencari muka di depan manusia. Kita harus terus bekerja walau tidak ada yang memuji pekerjaan-pekerjaan besar yang kita lakukan. Kedua, kerja keras. tidak ada kesuksesan tanpa perjuangan yang berat. Semuanya harus dibayar dengan harga mahal, yaitu pengorbanan. Prestasi tinggi lahir dari perjuangan yang tak mengenal putus asa, Mustahil menginginkan sesuatu tanpa usaha yang maksimal. Rasulullah dan para sahabat adalah teladan dalam hidup kita, mereka adalah sejarah tentang keuletan tiada tara, dengan itu mereka mengembarn risalah dan mencapai puncak kesuksesan. Entah berapa liter darah yang mereka persembahkan dalam perjuangan. entah berapa liter keringat yang mereka peras di medan juang. Kancah perjuangan bagi mereka nyaris tiada henti. Begitu juga denga para tabi'in, lihatlah Imam Syafi'i, pemilik kitab Riyadusholihin yang hanya berumur empat puluh lima tahun, namun mampu menebar karya yang menggunung. Apa kunci kesuksesanya? ternyata jawabannnya adalah kerja keras. Imam Ibnu Jarir At Thabari, pemilik kitab tafsir yang mashur, selama empat puluh tahun ia bercengkrama dengan tinta dan buku. Setiap hari ia menulis sebanyak empat puluh lembar. Bila ditoatal, karya tulisnya mencapai angkay lima ratus delapan puluh lembar. Sungguh angka yang tidak pernah mampu dicatat oleh penulis manapun sepanjang sejarah dunia terkembang. Dengar pula pengakuan Ibnul Jauzi misalnya "Aku telah menulis dengan jari-jari tanganku ini sebanyak dua ribu jilid buku, sebanyak seratus ribu orang taubat melalui tanganku, dan sebanyak dua puluh ribu orang Yahudi dan Nashrani juga masuk Islam melalui tanganku." Mari menghitung diri, aina nahnu min haulaa`? Baru berapa nilai kesungguhan kita bila dibandingkan dengan kerja mereka. Lalu sudah pantaskah kita berharap prestasi setinggi yang mereka torehkan, sementara santai masih menjadi hiasan hari-hari kita? Ketiga Komunikasi langit. Generasi prestatif adalah mereka yang tidak hanya mengandalkan kerja keras belaka,tapi ada faktor x di balik semua itu. Doa tanpa usaha sama saja bohong tapi kalo usaha tanpa doa sama dengan sombong. Maka dua hal ini harus sejalan seiring. Keempat adalah ruh tasabuq yaitu mental berkompetensi, generasi prestatif adalah mereka yang memahami ayat "fastabiqul khairat" berlomba-lombalah dalam kebaikan. Mereka demikian ambisius dalam berbuat kebaikan meski mengorbankan segala yang mereka miliki. Jika harus jujur, sesungguhnya mental kompetisi positif inilah yang mulai luntur dalam generasi muda, Alih-alih menjadikan agama dan prestasi akademis sebagai objek kompetisi, mayoritas kita malah sibuk menumpuk keunggulan dalam aksesoris duniawi. Lebih parah lagi, tidak sedikit generasi muda yang bangga menumpu maksiat, naudzubillah. Butuh waktu memang untuk menciptakan kondisi lingkungan yang berkompetisi dalam kebaikan. Tapi semuanya akan tetap menjadi mimpi bila tidak dimulai dari sekarang, dari lingkungan terkecil sekalipun. Jadi, mulai sekarang pada hari ini dan detik ini marilah kita berfikir, marilah kita bersama-sama berjuang untuk menjadi insan yang kreatif, inovatif, prestatif dan solehah. Demikian pidato kali ini saya sampaikan, mudah-mudahan bisa bermanfaat khususnya bagi saya, umumnya untuk kita semua dan semoga kemudahan ada bersama kita untuk menjadi generasi muda yang kreatif, inovatif, prestatif dan solehah. Terimakasih atas perhatiannya, sekali lagi saya mohon maaf apabila terdapat kesalahan dalam penyampaian Ceramah ini. Assalamu’alaiku
Selasa, 10 Desember 2019 Edit Contoh Ceramah Singkat – Ceramah atau pidato keagamaan adalah ceramah yang dilakukan oleh ahli agama atau biasa disebut ustad yang notabennya mempunyai ilmu agama lebih dan dibagikan kepada orang lain dengan tujuan agar banyak yang paham dan mengerti ilmu agama tersebut. Ceramah singkat merupakan suatu hal yang identik dengan pidato keagamaan, yakni ceramah yang disampaikan oleh seorang ahli agama atau ustad yang dipandang memiliki ilmu agama lebih kemudian dibagikan kepada orang lain dengan tujuan supaya orang-orang dapat memahami ilmu yang disampaikan tersebut. Untuk ceramah singkat sendiri banyak sekali ragamnya, berikut akan dipaparkan beberapa mengenai contoh ceramah singkat, mulai dari ceramah singkat tentang sabar, tentang pendidikan, menuntut ilmu, kebersihan, ikhlas, shalat, tentang ibu, tentang cinta, dan masih banyak lagi yang lainnya. Dengan adanya contoh ini semoga dapat menambah keimanan kita pada Allah. Berikut ini adalah contoh ceramah singkat. Mulai dari contoh ceramah pendidikan, contoh ceramah singkat sabar, contoh ceramah tentang ibu, contoh ceramah pergaulan bebas, contoh ceramah menuntut ilmu, contoh ceramah singkat tentang narkoba, contoh ceramah kebersihan, contoh ceramah kesehatan, contoh ceramah media sosial, contoh ceramah, contoh ceramah tentang aurat, contoh ceramah tentang berbakti kepada orang tua, dll. Silahkan Simak Contoh Teks pidato Tentang Agama Terlengkap Di bawah ini Assalamualaikum Bismillahirrahmanirrahim, Alkhamdulillah, segala puji hanya milik Allah swt, karena atas segala nikmat dan karunianya yang dapat menjadikan pertemuan kita kali ini menjadi lebih bermakna. Shalawat serta salam semoga selalu terlimpahkan kepada baginda Nabi Muhammad saw, keluarga, sahabat, dan kita selaku umatnya. Terimakasih atas kesempatan yang diberikan kepada saya untuk sedikit berbagi pidato yang bertemakan generasi muda. Generasi muda merupakan sekelompok orang yang paling potensial dalam melakukan perubahan. Para pemuda memiliki tingkat kecerdasan, stamina, semangat, serta hal baik lainnya. sehingga pemuda berperan penting dalam peradaban yang akan datang. Tetapi yang menjadi pertanyaan saat ini adalah bagaimana kondisi generasi muda di Indonesia? Banyak generasi muda Indonesia yang terjerumus pada narkoba, pergaulan bebas, dan hal buruk lainnya. serta pemikiran yang sudah teracuni oleh radikalisme, hedonism, atheism, dan lain sebagainya. Hal demikian tentu sangat berbahaya. Faktor utama yang menyebabkan hal tersebut di atas adalah dari rendahnya pendidikan. Generasi terbaik pada awal pembentukan Negara Kesatuan Republik Indonesia terdahulu, mereka terlahir dengan sebab pendidikan sebagai latar belakang mereka. Karena pendidikan akan turut membantu pola pikir yang akan mempengaruhi sikap dalam bertindak. Orang dengan latar belakang pendidikan yang lumayan tinggi akan lebih matang dan bijak dalam menghadapi setiap masalah yang muncul. Mereka akan dapat menemukan solusi yang tepat mengenai masalah yang ada pada dirinya ataupun masalah setempat. Pola pikir yang berlandaskan pendidikan tentu akan membuat seseorang berpikir terlebih dahulu sebelum bertindak. Pentingnya pendidikan masih harus tetap ditanamkan dalam pribadi setiap generasi muda untuk dapat belajar dengan giat demi kebaikan dan juga masa depan diri mereka sendiri. Secara tidak langsung generasi muda yang terbentuk akan berkarakter, idealnya akan berpengaruh pada perkembangan bangsa dan Negara di waktu yang akan datang. Mungkin cukup sekian apa yang dapat saya sampaikan, mohon maaf atas segala kekurangan dan kekhilafan, wabillahitaufik wal hidayah. Terimakasih. .. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Kumpulan Contoh Teks Pidato Keagaman / Ceramah Berikut adalah kumpulan berbagai tema contoh teks Pidato Agama atau Ceramah yang menarik untuk Semua Kalangan. Yuk, silahkan pilih tema Pidato Agama atau Ceramah yang sesuai dibawah ini
Dengan semakin majunya teknologi, dapat kita amati bersama bahwa terjadi penurunan moral, khusunya yang dilakukan oleh remaja. Masih ada kaitannya dengan ceramah sebelumnya yang berjudul Ceramah Bertema Pendidikan Moral, maka kali ini yang akan menjadi fokus perhatian adalah mengenai ceramah bertema pengaruh teknologi terhadap moral remaja. Untuk selanjutnya, baca dengan saksama naskah ceramah tentang Pengaruh Teknologi terhadap Moral RemajaAssalamualaikum wr. tama mari kita ucapkan puji syukur kepada Allah SWT. yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya agar kita bisa berkumpul dalam keadaan sehat wal’afiat. Tidak lupa shalawat serta salam selalu kita curahkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW. Yang telah menuntun kita ke jalan yang benar yaitu agama Islam. Hadirin yang berbahagia, kehadiran saya di sini ingin membahas tentang pengaruh teknologi terhadap moral anak. Sebagai umat manusia yang beriman kita wajib memiliki moral. Apa sih moral itu? Dalam definisinya secara umum moral adalah suatu hukum tingkah laku yang diterapkan kepada setiap individu untuk dapat bersosialisasi dengan benar agar terjalin rasa hormat dan menghormati. Lalu apa sih teknologi itu?. Teknologi adalah keseluruhan sarana untuk menyediakan barang-barang yang diperlukan bagi kelangsungan dan kenyamanan hidup manusia. Definisi kedua hal tersebut sangat tidak berkaitan. Tetapi pada jaman sekarang ini moral sangat dipengaruhi oleh teknologi. Maka dari itu marilah kita membahas hal yang dimuliakan Allah, sejak kecil kita selalu diajarkan apa saja yang boleh atau tidak boleh,hal yang sopan atau tidak sopan, hal yang baik dan tidak baik. Tanpa kita sadari semua yang diajarkan kepada kita bernama “moral”. Pada saat kita kecil mungkin teknologi belum terlalu mendominasi kehidupan kita. Karena saat itu kita hanya mengenal warnet warung internet, selebihnya kita hanya main bersama teman-teman kita di luar sekarang ini, para remaja sudah jarang bermain di luar rumah. Mereka lebih memilih bermain gadget dan kurang bersosialisasi di luar rumah. Di era yang semakin canggih ini, banyak kegiatan manusia yang digantikan oleh sebuah mesin. Hal ini menunjukkan bahwa semakin berkembangnya pemikiran manusia sehingga mampu menciptakan alat yang canggih dan modern. Semakin tinggi pengetahuan manusia akan ilmu pengetahuan, maka akan semakin tinggi pula perkembangan kecanggihan teknologi yang akan diciptakan oleh manusia. Kecanggihan teknologi secara langsung maupun tidak langsung dapat mempengaruhi perkembangan moral. Seseorang dapat berperilaku buruk akibat penggunaan teknologi yang tidak pada tempatnya. Efek dari kecanggihan teknologi tersebut dapat kita rasakan dalam kehidupan sehari-hari. Menghilangnya norma dan nilai serta sopan santun yang ada di masyarakat akibat pengaruh teknologi membuat generasi muda tidak lagi mengindahkan moral yang ada di sekalian, bisa kita lihat langsung di lingkungan sekitar atau bahkan anak-anak kita sudah banyak yang memilih teknologi daripada mendengarkan nasihat orang tua. Mereka lebih memilih mencari di kanal internet daripada bertanya kepada yang lebih tua atau bahkan mereka enggan untuk membaca buku. Internet memanglah mempunyai banyak sekali manfaat yang baik. Internet sebenarnya memberikan banyak pengaruh positif apabila kita yang memakainya dengan tujuan yang positif pula. Anak-anak jaman sekarang lebih pintar dalam memakai teknologi sehingga orang tua sangat terbatas dalam mengawasi, akibatnya anak-anak mengakses hal-hal negatif dalam internet yang seharusnya belum waktunya untuk mereka akses. Seperti yang kita tahu hal-hal negatif tersebut bisa membawa pengaruh buruk terhadap anak-anak kita. Mereka mulai berkata kasar, menonton pornografi, merokok, dan kekerasan terhadap sesama. Inilah hal utama yang menurunkan kualitas moral generasi muda. Seperti yang bisa kita lihat di sekeliling kita sekarang banyak sekali anak-anak yang mulai melakukan kegiatan yang merujuk ke radikalisme. Mereka mulai meniru gaya hidup orang barat yang tidak sesuai dengan ideologi Pancasila. Mereka mulai terpengaruh ajakan yang tersebar dari internet. Jiwa muda mereka yang terbilang labil, cenderung sangat mudah untuk dipengaruhi berbagai hal. Contohnya mengikuti kelompok-kelompok yang tidak sesuai dengan keyakinan mereka. Alhasil, mereka terpengaruh dengan hal-hal yang tidak seharusnya mereka ikuti dan menjadi seorang kekerasan, juga banyak pernikahan muda yang terjadi karena pergaulan bebas melalui sosial media. Mencari teman lewat internet memang baik. Selain menambah relasi, kita juga bisa tahu dunia luar lebih dalam lagi. Tetapi, banyak anak muda yang terlalu mudah dibodohi dengan sosial media. Kurangnya moral yang menjadi penyaring menjadikan generasi muda mudah percaya dan mudah terbuai. Akibatnya, banyak generasi muda yang salah pergaulan hingga mereka melakukan hal-hal yang merusak masa depan mereka. Mereka mulai menggunakan narkoba, seks bebas, bahkan terjangkit HIV. Dari semua itu muncullah pernikahan dini, perceraian muda, penelantaran anak, aborsi, dan lain yang saya hormati, semua saya sebutkan tadi merupakan dampak negatif paling buruk yang terjadi. Lalu bagaimana dengan dampak-dampak kecilnya?. Mari kita mulai dari lingkup kecil seperti keluarga. Seringkali ketika makan bersama ataupun kumpul keluarga besar, anak-anak selalu sibuk dengan gadgetnya masing-masing. Mereka tidak peduli dengan sekitar dan mulai sibuk dengan dunia mereka sendiri. Mereka menjadi tidak menghormati orang-orang di sekitar mereka. Sifat individualisme semakin melekat pada diri mereka. Beralih ke lingkup sekolah, anak-anak sekarang diperbolehkan membawa handphone untuk mendukung proses belajar mengajar. Tetapi para murid menyalahgunakan aturan ini untuk hal yang tidak seharusnya. Seperti bermain gadget saat pelajaran sedang berlangsung, mencari jawaban di internet, dan menyingkirkan buku. Mereka hanya percaya pada hadirin sekalian, sebagai orang yang lebih tua, apa yang harus kita lakukan?. Meskipun sekarang teknologi juga mempengaruhi kita, seharusnya kita sebagai orang yang mengerti harus bisalebih mengendalikan diri kita dan juga anak-anak kita. Sebagai orang tua yang baik, sejak kecil anak kita harus ditanami moral yang baik. Kita bisa mengambil kesimpulan bahwa pengaruh yang terdapat dalam teknologi kebanyakan berpengaruh negatif terutama terhadap moral anak-anak. Hal ini perlu adanya sinergi kerjasama antara orang tua, keluarga, sekolah, dan masyarakat diharapkan dapat ikut berperan serta dalam penanggulangan dampak kemajuan teknologi ini agar tidak “kebablasan”. Anak sangat perlu pendampingan dalam menggunakan ponsel maupun gadget dan juga dalam penggunaan internet agar mereka bisa terarah dan tidak terjerumus. Masuk ke situs-situs yang tidak sewajarnya di dalam proses pertumbuhannya. Poin yang paling penting dan utama adalah pemberian dan penanaman nilai-nilai moral, agama, dan akhlak mulia pada anak dari sedini mungkin dan ditambah lagi anak selalu dibimbing dan diarahkan ke hal-hal yang baik. Karena anak cenderung selalu meniru, jadi apabila seorang anak sejak kecil dididik dan diarahkan ke contoh yang baik terutama landasan agama yang baik agar saat dewasa nantinya akan terbiasa dengan sikap yang baik dan jika terjadi penyimpangan anak akan kembali ke arah yang benar lagi. Agar kedepannya dapat menghasilkan generasi calon-calon penerus bangsa yang tangguh dan berakhlak mulia. Tetapi semua itu tidak akan berhasil apabila kita sebagai orang tua tidak memberikan kasih sayang dan perhatian yang cukup. Karena sesungguhnya generasi emas lahir dari keluarga yang beragama, hangat, dan penuh kasih sayang. Yang melarang tapi dengan pengertian, yang mengekang tanpa kekerasan, dan mengajari dengan penuh kasih sayang. Jadi mari kita lakukan yang terbaik untuk kita, keluarga kita, bahkan bangsa dengan menjunjung tinggi moral dan mengedepankan kehangatan keluarga. Sekian dari saya mengenai pembahasan ceramah bertema pengaruh teknologi terhadap moral remaja, maaf apabila ada kata yang kurang berkenan. Saya
ceramah tentang generasi muda